NEWS UPDATE :  

Berita

Kisah inspiratif "Jack Ma"

Mantan guru bahasa Inggris bernama Jack Ma, sosok yang tidak terlahir memimpin raksasa teknologi ALIBABA," tulis Duncan Clark mengawali buku berjudul Alibaba: The House That Jack Ma Built (2016). Dalam kunjungannya ke Stanford University pada tahun 2013Jack Ma mengaku bahwa "hingga hari ini, saya tidak mengerti apapun soal koding dan saya pun tidak pernah paham bagaimana internet bekerja". Inilah salah satu hal yang membedakan Ma dari Bill Gates sebagai pendiri Microsoft atau Elon Musk yang menggawangi Tesla dan SpaceX, 
Jack Ma memiliki nama asli Yun Ma, yang berarti "awan" dan "kuda". Ia lahir 57 tahun silam di kota Hangzahou, sekitar 150 kilometer arah Barat Daya Shanghai. Sebagaimana ia ungkapkan di hadapan mahasiswa Stanford, Ma "bukanlah anak dari seorang kaya raya". Ayahnya, Ma laifa, merupakan juru foto pada Hangzhou Photography Agency. Ibunya, Cui Wencai, bekerja sebagai buruh pabrik. Meskipun berasal dari keluarga jelata, Jack lahir di saat yang tepat. Kala itu, tulis Clark, "Jack Ma lahir saat dunia kewirausahaan Cina tengah berada di posisi mandek dan tenggelam, dengan lebih dari 90 persen industri dikuasai negara. Tak hanya itu, Cina tertutup bagi dunia internasional".  

Jack Ma kecil tumbuh pada masa ketika Mao Zedong meluncurkan Revolusi Kebudayaan, menghancurkan "Empat Kuno", yakni adat istiadat, budaya, kebiasaan, dan gagasan lama, yang dianggap membendung kesuksesan Cina. Tatkala Mao meninggal dan kekuasaan beralih ke tangan Deng Xiaoping, Cina membuka diri kepada dunia. Akhirnya, banyak turis asing berdatangan ke Cina sejak 1978, termasuk ke Hangzahou. Jack, yang telah jatuh cinta pada bahasa Inggris gara-gara membaca novel berjudul The Adventures of Tom Sawyer, melihat gelombang kedatangan turis ke kampung halamannya sebagai peluang untuk mendalami bahasa Inggris. "Setiap pagi dari pukul lima saya akan membaca bahasa Inggris di depan Hotel Hangzhou (tempat favorit turis asing menginap). Banyak pengunjung asing datang dari AS dan Eropa. Saya memberi mereka tur gratis ke West Lake dan sebagai imbalannya, mereka mengajari saya bahasa Inggris. Selama sembilan tahun!" tutur Jack. Beberapa turis asing menyarankan ia mengganti nama Yun Ma menjadi Jack Ma. Tak hanya itu, kedatangan turis Australia bernama Ken Morley bersama keluarganya ke kampung halaman Jack membuat hidupnya berubah. "Pada suatu malam ketika saya berada di Cina, saya didekati oleh seorang pemuda yang ingin mencoba keterampilan bahasa Inggris. Dia memperkenalkan diri dan kami berbincang ringan. Dia adalah Jack Ma," kenang David suatu ketika.  Ketika David pulang ke Australia, ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan Jack, yang disebutnya sebagai "anak gerobak dorong yang sangat ramah dan ingin belajar bahasa Inggris" kepada ayahnya. Terkesan, sang ayah, Ken, akhirnya meminta David menghubungi Jack dan mengajaknya ke Australia. Pada 1985, untuk pertama kalinya, Jack menginjak tanah asing. Ia berkunjung ke kediaman Morley di New Lambton, Australia. Sembilan bulan tinggal ia tinggal di Australia. Sayangnya, sepulangnya Jack ke Cina, ia tak dapat berbuat banyak. "Tatkala saya tinggal di Cina, saya yakin bahwa Cina merupakan negara terkaya di dunia. Namun, ketika saya tiba di Australia, saya menyadari bahwa faktanya sangat berbeda" Jack ingin memperoleh pendidikan yang layak, tapi tersandung matematika--mata pelajaran yang menjadi tolak ukur pemerintah Cina guna menentukan ke mana seseorang bisa melanjutkan pendidikan. Di bidang itu Jack memperoleh nilai 1/120, alias yang paling rendah. Usai belajar lebih giat, ia hanya memperoleh nilai 89/120, yang hanya mampu membawanya kuliah di Hangzhou Teachers College, sebuah kampus gurem di Cina. Usahanya memperoleh penghasilan untuk hidup mandiri selama kuliah pun kandas. Dari 24 orang yang melamar ke KFC, Jack merupakan satu-satunya sosok yang ditolak Kolonel Sanders. Tak hanya itu, 10 lamaran lain dari Jack ditolak mentah-mentah

Beruntung, Jack tak gampang menyerah. Pada 1992 Deng Xiaoping menegaskan bahwa "menjadi kaya itu mulia" dan meminta rakyatnya untuk berwirausaha. Usai lulus kuliah dan mengajar bahasa Inggris di Hangzhou Institute of Electronic Engineering, Jack merintis bisnis agensi penerjemah yang dinamainya "HOPE" atau Hangzhou Haibo Translation Agency. Bisnis itu, tulis Clark, "difokuskan untuk membantu perusahaan lokal menemukan pelanggan di luar negeri." Di tengah-tengah usahanya mengembangkan agensi penerjemah, Jack pergi ke California, Amerika Serikat, pada 1995. Di sana ia berkenalan dengan makhluk asing bernama internet. Ia kemudian berpikir untuk memperluas bisnisnya: tak hanya membantu perusahaan lokal menemukan pelanggan di luar negeri, tetapi juga membantu pengusaha luar negeri menemukan rekan bisnis di Cina. Maka, sekembalinya ke Cina, Jack mendirikan Hangzhou Haibo Network Consulting, yang berfungsi seperti Yellow Pages, mengindeks bisnis-bisnis di Cina untuk ditemukan pengusaha asing. Jack yang berstatus sebagai guru bahasa Inggris meminta mantan-mantan muridnya menyebarkan bisnis baru ini. Perlahan, bisnis-bisnis yang digeluti mantan murid Jack ketiban untung oleh startup yang didirikan Jack Ma. Singkat cerita, pada awal 1999, Hangzhou Haibo Translation Agency dan Hangzhou Haibo Network Consulting bertransformasi menjadi Alibaba, perusaahaan yang menurut Duncan Clark "memainkan peran penting dalam restrukturisasi ekonomi China". Perusahaan yang didirikan Jack ini perlahan tapi pasti mengubah titel Cina sebagai manufaktur dunia, mengalihkan slogan "Made in China" menjadi "Dibeli dari Cina." Alibaba pun meroket karena memerankan posisi penting dalam ekonomi Cina. Ia bahkan mengalahkan Amazon, perusahaan yang kerap dipandang sebagai biang segala e-commerce. Ketika Amazon melakukan penawaran saham perdana (IPO), perusahaan yang didirikan Jeff Bezos tersebut "hanya" bertambah kaya USD 54 juta. Ketika aksi korporasi yang sama dilakukan Jack Ma pada 2014 silam, pundi-pundi Alibaba membengkak hingga USD 25 miliar. Jack mengungkapkan bahwa kunci sukses Alibaba terletak pada "Iron Triangle", alias tiga unit bisnis Alibaba, yakni e-commerce, logistik, dan finansial. Di sisi e-commerce, melalui Alibaba, Jack menguasai bisnis korporasi atau business-to-business. Untuk mengambil ceruk konsumen atau business-to-consumer, Alibaba mendirikan anak perusahaan baru: Taobao, Tmall, dan Aliexpress. Tak ketinggalan, guna mengiming-imingi masyarakat dengan diskon agar mau berbelanja di segala lini e-commerce milik Alibaba, Jack mendirikan Juhunsuan, portal tempat berkumpulnya kupon-kupon diskon ala Groupon. Melalui jejaring e-commerce ini, lebih dari 100 juta merchant dan milyaran individu berbelanja. Di sisi logistik, usai ajakan bekerjasama ditolak mentah-mentah oleh PT. Pos-nya Cina di tahun 2005, Alibaba mendirikan kongsi perusahaan logistik bernama China Smart Logistics atau "Cainiao." Melalui kongsi ini, perusahaan logistik seperti Shentong (STO Express), Yuantong (YTO Express), Zhongtong (ZTO Express), dan Yunda--yang semuanya bermarkas besar tak jauh dari kandang Alibaba--meroket. Terakhir, untuk memudahkan masyarakat Cina yang mayoritas tidak tersentuk produk perbankan berbelanja, Alibaba mendirikan Alipay.
Terimakasih, semoga menginspirasi kita.

Reshare by; sury@04

Sumber: artikel "Kisah Jack Ma dari Guru Bahasa Inggris ke Pengusaha Sukses", https://tirto.id/f8UE.